Kumpulan Sapa Senja(ku) Untukmu


Sepotong senja terbingkai sudah oleh senyummu, guratnya siratkan keindahan di kalbu. Ah semoga saja senjamu seperti senjaku.

Cakrawala mengepak senja, bawa gemawan sewarna jingga, indah, namun bkn di langit nyata. Melainkan di matamu hai wanita, sungguh aku memuja.

Kutatap senja dari balik jendela, coba membingkainya, berteman secawan kopi toraja. Sambil berharap adanya tatap mata yang datang bersama tegur sapa, dan mungkin seutas senyum akan membuat deskripsi senjaku makin sempurna. Darimu, wanita pujaan jiwa. Semoga sapaku tak lukai senjamu di sana.

Senjaku buram ditelan tatap mata, menangis ia kala binar mata hadir tanpa cela. Aku terkesima, bola matamu menggoda jiwa. Aku jatuh cinta.

Senja telah tertangkap mata, senandung manusia mulai bergema, memuja akan indah rupanya. Tapi entah, aku semacam tak tergerak untuk ikut lakukan itu semua. Karena senjaku berbeda, senjaku tak sewarna jingga, senjaku bukan di cakrawala, senjaku tak indah sejenak saja, senjaku kekal hingga lama, senjaku bukan sajak pujangga. Senjaku ada di matamu hai wanita, dan aku tergila.πŸ™‚

*sapa ini telah aku kirimkan untuk seseorang disana*

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s