Kepada Ibu (2)


Ibu, sesaat tadi aku terima pesanmu melalui handphone. kau mengabarkan telah sampai di Jeddah, baru saja melaksanakan tahajud. Sungguh teduh ku mendengarnya. Rindu? belum terlalu memang Bu, tapi rasa itu sudah muncul di dalamku.

Ibu, kini setiap doa pertamaku adalah selamatmu, sehatmu dan segala baik untukmu. Mungkin aku terlalu mendramatir pergimu, namun memang inilah yang kurasa, ratusan ribu kilometer kau di sana.

Ibu, jarak ini mulai terasa mengganggu, seperti ada yang hilang dari hidupku. Shubuhku tak lagi berderu suaramu yang membangunkan aku. Tapi..ini memang sudah jalanNya.

Ibu, mungkin esok akan kusambung lagi kalimatku untukmu, kali ini aku sempatkan menulis di sela istirahat siangku. Jaga dirimu Bu. Aku mencintaimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s