Kutuliskan dalam malam.


Dan ternyata ada kebiasaan yang membuatku terbiasa. Jejakkan hampa bila tak tersaji di jiwa.

O malam, adakah aku jatuh cinta? Atau hanya serupa? Lalu kemana logika?

Kecup tengah malam tak juga hapus jaga mata, justru ia tambahkan binar mata, penasaran merajalela.

Detak waktu tak istimewa, berjalan seperti biasa, hanya pikiranku yang mulai menyentuh gila. Harapkan sesuatu yang tak nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s