Jawabmu adalah Jawabmu


Akhirnya kita duduk berdua, saat hari mulai temaram, lampu kota perlahan benderang. Menikmati malam yang terasa kurang panjang.

Bibirku serupa kelu, lidah membeku, ketika hasrat sangat ingin terucap olehku. Indah matamu, buatku bisu sebisunya.

Segaris senyummu yakinkan aku, bicarakan rasa dalam kalbu, untukmu. Biar lekas kau tau maksudku, inginku, mimpi terindahku, kamu.

Hingga pagi ini gundah menyergapku, setiap langkahku terasa ambigu. Ya, masa penantian itu membentang luas di hidupku, menunggu jawabmu.

Dan jawabmu adalah jawabmu, bukan hasil paksaku, empati yang terlalu. Jujurmu jauh lebih penting untukku. Meski apapun itu. Karena telah kupersiapkan segalaku. Sekotak ruang untuk rasa sendu, ataupun laci besar untuk menyimpan bahagiaku.

Wanita, telah jujur aku padamu, betapa puja-puji yang seakan tak menuju adalah untukmu. Kini beri aku jawabmu, kejujuran hatimu, usah ragu karena sesuatu. Karena jawabmu adalah jawabmu. Dan aku adalah tanda tanya yang menggantung kaku menanti kau berujar sesuatu.

*saat malam yang tak bisu, aku ungkap sesuatu, penghujung rindu, pucuk harap dalam hatiku, tanya cintaku padamu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s