Munafik


Aku sangat ingin merindukanmu malam ini, tapi entah kenapa hati justru memaksaku memaki.

Raung namamu memenuhi pikiranku, namun lidahku terlanjur kelu untuk mengatakan rindu.

Sejujurnya cinta telah berpeluh di rasaku, tapi gengsi membelengguku untuk tak mengatakannya padamu.

Warna asmara pekat menutup langitku, namun aku berpura buta tak melihat itu.

Ini aku dengan segala kemunafikanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s