Senja tanpa Jingga


Senja tanpa jingga, bicara tanpa kata. Kemudian cinta kehilangan asmaranya.

Senja tanpa jingga, hujan tanpa kilat yang bercahaya. Lalu rindu tak bermuara.

Senja tanpa jingga, menatap tanpa mata. Kemudian cinta tak berbalas cinta.

Senja tanpa jingga, napas tanpa udara. Lalu hampa membahana.

Senja tanpa jingga, puisi hilang makna. Kemudian cinta berselimut duka.

Senja tanpa jingga, berkata tanpa suara. Lalu syair kehilangan nada.

Senja menua, jingga lesap dari cakrawala, masih aku buta, cinta tak tersaji sama, rasa ini tak sempurna.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s