Langit-langit Cinta


Kita berjalan saat hujan menyalak, kaburkan cerah di langit bumi. Gemuruh guntur silih berganti menyanyi, lagukan riuh di bagian hari.

Hingga malam terjejak, kita saling mendekap di sebuah tempat yang harusnya senyap. Namun kita enggan bersunyi, lalu bicara, tertawa tanpa hiraukan aturan yang ada.

Aku coba suratkan hasrat lewat jemari, lewat tatap mata, lewat bisik-bisik di tengah manusia yang seakan tanpa suara.

Kita saling genggam, tatap menatap, bersuara lalu bicara, bumbungkan mesra ke puncaknya. Sesekali sentuh-sentuh asmara bermain manja. Menggeliat ketika gelap-gelap buatan tersirat.

Hingga kurasa ambigu tak lagi kekal, aku coba ciptakan pasti dalam akal. Sikapmu kuambil sebagai dasar, senyum dan tatap matamu jadi pondasi besar. Bahwa kita sedang bernaung di bawah langit-langit cinta.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s