Percakapan Kita Dalam Ruang Malam


Percakapan malam terjadi maya.

Kata-kata berkejaran tanpa berjeda.

 

Aku, kamu, kita, saling bicarakan apa saja.

Hingga tersentuh tanya, pinta-pinta yang terpasung lama.

Sekadar kepastian, keinginan, ketika hati dirangkum oleh tulisan asmara.

Malam bisu, suara padam seketika.

Bisu-bisu jumawa, menggelak ia tertawa.

Aku masih diliputi tanya, kau bersikukuh dengan ingin jiwa.

Diam kita dalam tiada.

 

Hingga segaris aksaramu membelah bincang fana.

Jelaskan arti kita.

 

Senyum riakkan tenang air muka.

Tetumbuhan bahagia menumbuh subur dalam sukma.

Kita menjadi kita.

Bukan aku, kau dengan entah apa hubungannya.

 

Kini kita satu dalam gelora.

Bersama mereguk cawan-cawan asmara.

Dalam satu ruang yang berhawa cinta.

 

 

– 5 Desember 2010, saat perbincangan kita mengakhiri tanya –

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s