Cerita Senja


Kekasih, akhirnya putaran waktu kembali membawa kita ke senja yang sama.
Senja yang bagiku seperti suatu berhala.
Senja yang menggores tulisan terbesar di prasasti jiwa.
Senja yang buat ruang mimpi terus dipenuhi hasrat mencinta.

Senja yang sama ini dulu aku menatap mata, gerik indah anak manusia.
Aku diam bodoh tanpa gerak yang ucapkan rasa.
Hanya dalam diamku saat itu aku utarakan puja.

Tapi kini senja berbeda, tak lagi hampa.
Peluk jemarimu penuh sesaki ruang jariku, wanita.
Kita menatap senja dalam cinta.

Dan bukan senja yang buatku bahagia.
Namun dirimu di pelukku yang jadi tonggak senyumku pada senja.
Senyum kasihmu jadi penutup senja yang sempurna.
Kekasih, kaulah mimpi yang bertransformasi jadi nyata.
Hadir cintamu adalah harap yang maha.

Maka ijinkan aku bersimpuh padamu wanita.
Sebelum senja tiada.
Biar kukecup punggung tanganmu tuk perdengarkan cinta.
Sekadar simbol terima kasihku, untukmu …..

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s