Resahku


Di bawah langit yang gulita karena ingin menangis, lagi ku berteriak sesuatu.

Tentang sesuatu yang tak pernah ku mengerti.

Sebuah ketidakpahaman yang sulit untuk ku ketahui.

O, gerimis kecil, sudikah kau memberitahu aku?

Duhai wewangi tanah basah, tak inginkah kau bercerita?

Karena telah lelah aku menerka….

 

Lantunan mendung tak kunjung mereda.

Lelampu kota mulai bicara.

Tanya mulai menyentuh logika.

Mengkotak-kotakkan otakku.

Ah, dunia, mengapa kau harus selalu bermisteri?

 

Langkah waktu seperti pelari.

Memburu, menggulung siang tanpa kepastian.

Keresahan jadi lagu keabadian.



One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s