Cukupkah itu, wanita?


Aku mencintaimu, wanita.
Sebagaimana lelaki lainnya yang sedang jatuh cinta.

Tapi aku tak mencintaimu selamanya, wanita.
Karena hidupku tak abadi di dunia.
Entah pada masa yang mana, pasti nyawaku akan terpisah dari raga.

Tapi aku sangat mencintaimu, wanita.
Tak terpikir untuk berlalu dari lembayung asmara yang kita rajut berdua.

Maka, bagaimana kalau kukatakan aku akan terus mencintaimu hingga ragaku tak bernyawa.
Cukupkah itu, wanita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s