catatan usang


Senja ini seketika hampa, banyak kebisuan menyeruak di mana-mana. Entah, senja kali ini serupa kalimat tanya tanpa jawab yang mampu merusak akal di kepala. Kerinduan beringsut menampakan diri tanpa segan dalam hati, rindu yang tak biasa, bukan rindu seperti yang lama. Sungguh, aku pun tak mengerti mengapa rindu kali ini begitu liarnya menjalari setiap relung sukma.

Kucoba diam tanpa bicara, coba mencari alasan untuk keluar dari ruang rindu yang kian mendera. Namun kata sia-sia jadi akhirannya. Ya, jeruji yang di buat oleh rasa rindu itu mungkin terbuat dari sesuatu yang tak mampu kupatahkan. Aku pun coba melaknat waktu, ingin siklusnya berjalan cepat kali ini, sangat cepat, agar hari esok bisa tercipta, secepatnya.

Ya, hari esok, hari di mana penyebab rinduku akan kembali. Karena rindu ini semakin menyakiti. Hilang sudah imaji di gilas rindu ini. Ah, rindu mengapa kau begitu abadi. Hingga terpojok aku dalam ruang sepi, sendiri, menanti………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s