Mimpiku tak akan mati


Pada jalanan yang berdebu di depanku, aku coba meretas jalan menuju mimpiku. Mimpi yang sekian tahun membelenggu tanpa jemu. Curah doa dan peluh usaha telah kutuliskan dalam lembar kehidupan. Beratus keyakinan sudah kupahat dalam prasasti hidup.

Lalu, setelah semua telah tertata hampir sempurna, aku masih berharap semua mimpiku bisa terlaksana, yang entah kapan.

Pada bayangku di cermin kusam, aku selalu teriakkan keyakinanku. Coba hentikan taut putus asa yang hampit saja bulat lingkari jalur hidup. Hingga parau aku ulangi kata-kata yang bernada hampir pasti. Tuhan, aku tak mau kehilangan mimpi.

Lalu, pabila cermin itu pecah, mungkinkah putus asa lagi kembali rasuki masa depanku? Lantang aku teriakkan tidak pada pertanyaan itu.

Pada sekat-sekat otakku, telah kutempeli setiap sisinya dengan gambar lanskap hidupku nanti. Hidup ber-anak istri, bahagia hingga mati menyambangi.

Lalu, bila semua mimpiku terjadi. Habiskah mimpiku? Tidak, mimpiku bertingkat, mimpiku meliputi orang-orang terkasihku. Lembar mimpiku juga tuliskan orang-orang yang kucintai nanti.

Mimpiku tak pernah mati. Hanya aku sebagai manusia yang akan mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s