jerit sakitmu adalah kehancuranku


parau jeritmu memecah hening malam, tentang sakit yang sedang kau rasa. sedihku meraja. kau sebut nama tuhan di setiap teriakmu, tak henti hingga serak. dan aku memacu doa dalam diam, berharap tuli tak diderita tuhan.
bukan sayang, bukan aku tak percaya tuhan adalah maha. hanya saja garis sabarku hampir putus nantikan kuasaNya untukmu. karena hampir pecah bola kaca sedihku dengar jeritmu. tak ada yang lebih mencacah pilu bagiku selain itu.
sudahlah, biar tuhan bekerja dengan caranya, sayang. kuntum doa kulayarkan untukmu. biar lekas senyummu kembali, dan terkutuklah sakit itu. karena, tiap jerit sakitmu adalah kehancuranku. tetes air matamu ialah kumandang pemakamanku.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s