kau dan pekerjaanmu


kau sering bercerita, bahwa tumpukan kerjamu kadang habiskan waktumu.
meski terkadang mata manusia yang tak mengetahui pekerjaanmu melihat betapa santainya cara kau bekerja.
mereka tak tahu, bahwa di baliknya kau sering terbenam hingga sangat dalam di gelombang pekerjaanmu, bahkan kau sering kesulitan rebahkan dirimu sebelum tengah malam.
terkadang, di wajahmu aku menemukan kelelahan yang mungkin engkau sembunyikan.
aku menerka, mungkin saja bentuk kolom-kolom excel sering berputar di otakmu, memberi tekanan hebat dalam setiap perjalanan waktumu.
aku bisa mengerti itu, sayang.

maka, usah kau meminta maaf bila pekerjaanmu halangi pertemuan raga kita.
logikaku dalam mencinta masih ada.
bahkan, seharusnya aku membantumu selesaikan kejaran tenggat waktu dalam pekerjaanmu.
itulah mengapa aku senang saat menemanimu lewatkan malam hingga menjelang pagi dengan temanimu bekerja.
menerjang jejalan ibukota untuk menuju suatu tempat di mana kau akan bekerja. dan bila mungkin, saat kau berpeluh dengan kerjamu, aku akan seduhkan secangkir teh hangat untukmu. atau memberi pijatan-pijatan kecil di pundakmu.
anggap saja itu salah satu cara aku mencintaimu dan segalamu.

lalu, bila kerjamu sudah memberi jenuh yang terlalu, berceritalah padaku.
tumpahkan segala keluhmu padaku. tak akan pernah tuli kupingku mendengarmu.
dan kini, ketika matamu sedang terpaku oleh padatnya aksara-aksara yang kian berdesak acak di layar netbookmu.
bisa kau sematkan senyummu untukku, sayang?
dan taklukkan segala rintang kerjamu dengan indahnya senyummu…

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s