cemburu berlebihku


dan kusebut ini cemburu, ketika sekumpulan tanya berdesakkan hingga sesak dalam jalur napasku.
sebab, kata-katamu adalah sesuatu bagiku, salah satu isi terbaik dalam kotak cintaku.
maka, berujarlah dengan
logikamu, menulislah dengan nalarmu. pandang aku, atau lupakan aku, dan berlaku sesukamu.

kini, tersayat sudah dinding senja, menganga luka di setiapnya. air mata, itukah yang kau harap, cinta?
karena kali ini air mata tak ada, hanya amarah yang membuncah dengan hebatnya.

aku mulai bertanya, tentang artimu, cinta. gelombang ragu
menderu, mulai kikis pantai yakinku. karenamu.
jadi maaf, bila cintaku kini tak lagi segila dulu. saat kau masih menghargai aku.
dan mari kita tunggu hingga cintaku perlahan lari, lalu mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s