adalah kamu


bahkan aku masih mencintaimu dalam diammu, yang sesungguhnya itu hanya cipta resah untukku.
entah di mana logika yang sempat kugadang sebagai pondasi dalam bangunan cintaku. aku kehilangan itu.
kegilaan cinta terus menghisapku, serupa pasir hisap, perlahan. seakan tak menyakiti, berakhir mati.
adalah kamu, yang tiap lekuk tubuhnya kupuja, senyawa emosi kuanggap sempurna. kelumpuhan mendera indera-ku.
rekah senyummu seperti tetumbuhan terindah di taman hati, mewangi, hilangkan busuk-mu yang sebelumnya tertanam di sini.
o, cinta, perlahanlah jalari sekat jiwa. agar logika tak segera hilang dari isi kepala.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s