datanglah, kekasihku.


cintamu, selayaknya nektar terindah di taman surgawi, hadirnya jadi impian setiap mimpi.
maka aku mencintaimu dengan caraku, dengan kebodohanku. serupa bayi yang menemukan susu ibu.
pecah tangisku ketika raga kita tak bertemu, gusar aku di padang gelisahku.
adalah kerinduanku yang tak pernah mau tau, terus berlari telanjang ia tanpa jemu, memegang mandau, tikam aku.
mengucur darah dari dadaku, anyir menusuk hidung kalbu. tikam rindu sekaratkan aku.
jadi, datanglah kekasihku, dengan sayapmu, senyummu, dan tajamnya tatapmu. beri kesembuhan pada rinduku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s