Mari bicara rindu, kekasihku.


mari bicara rindu, kekasihku. rasa yang tak pernah jengah mendatangiku. yang membuat cara kerja otakku tak menentu.
kita akan bicara di bawah purnama, di bangku dalam sepinya taman kota. jangan kau palingkan mata, karena melaluinya aku akan bicara.
aku rindu; bola matamu yang seketika menghilang, hingga matamu hanya sebentuk garis, saat kau tergelak tawa.
lalu ucapucap manjamu saat senja mulai menuju akhiran, sebab tak lama lagi malam menjelang. dan kita lagi harus terpisah.
kau tau kekasih? kutuliskan katakata ini saat cairan bening di mataku meluruh jadi bulir air yang basahi sudut mataku. aku rindu.
entah apa sama kau rasa di sana. di sini, lengan waktu seakan keram, malas bergerak. perlahan mencekik leher rasaku.
kini, malam serupa mati. larutan sepi mengisi penuh cawan hidupku. dicumbu aku oleh bisu.
janjikan aku, janjikan aku sebuah temu, aku sangat menginginkan itu.
namun, bila sulit kau nyatakan inginku. berbohonglah, lambungkan harapku kali ini, karena aku mulai tersakiti. rindu ini kian menjadi.
jadilah kau satusatunya pembohong yang aku cintai. sebab kebohonganmu ialah penyembuh luka rinduku.
kekasih, ini kisah rinduku, di atas lembar pilu, dan terucap ketika bisu. aku dibekap rindu.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s