senja yang hilang


sepi kembali mencabikcabik badan senja, merobek indahnya hingga tiada. aku berada di sana, diam terpana.
harusnya, senja terpeluk gembira, gemuruh suka berdenging di telinga. karena senja adalah puja.
lihat bagaimana pujangga memujanya, cumbui katakata indah dalam puisi. seakan senja bernyawa, dan mereka jatuh cinta.
tapi, bila sepi bergema, jingga tertutup tangis mega. serupa apakah puja yang tercipta? atau justru maki jadi jumawa?
aku hanya bertanya, karena kini senjaku berduka, tempias hujan terus basahi kelopak mata, terpojok aku di sudut hampa.
ah senja, kau mencipta drama, mendoktrin jiwa, seolah kau selalu sempurna.
hingga saat kau tak ada, lakonku sebagai pemuja seakan lesap seadanya.
aku lupa, senja bukanlah surga. yang hilangnya ditandai oleh airmata. senja hanya ruang terbaik untuk kita jatuh cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s