Bajaj oh bajaj…


BAJAJ!! Yap, kendaraan umum yang satu ini emang penuh kontroversi! *gaya bicara Feni Rose*.. Disamping bentuknya yang entah terbentuk dari besi apa (karena rata-rata badan montok si bije ini udah berkarat termakan usia), wajahnya pun sangat eksotik, sebagaimana wajah Ronaldinho.
Sebagai perbandingan:

Kalau ditelisik lebih lanjut, sebenarnya bajaj ini kendaraan yang melegenda, walau wikipedia aja gak bisa menyebutkan kapan pertama kali kendaraan asal India ini masuk Indonesia. Tapi setau saya si bije ini udah ada sejak Bapak saya pertama kali Akhil Baligh!!! yang berarti udah lama banget!!
Naik bajaj ini sangat menarik, dengan kapasitas penumpang 4 orang (asumsi 3 orang di belakang, yang satu pacarnya si supir bajaj, jadi duduk depan) kita bisa merasakan seperti apa rasanya jadi sebuah vibrator! Ya, naik bajaj badan kita pasti akan getar-getar mengikuti getaran mesin bajaj yang super berisik. Dan sangat tidak di anjurkan membawa/makan makanan berkuah di dalamnya, bisa tumpah bung! Dan kalau beruntung saat turun badan kita masih bisa bergetar seperti saat berada dalam bajaj, kayak di film Warkop DKI yang judulnya saya lupa..yang pasti saat itu alm. Oom Dono pas turun badan sama kakinya masih bergetar hebat saat turun dari bajaj. Nah, kalo kalian ada yang sampai bisa merasakan itu, percayalah! kalian adalah manusia paling beruntung sedunia!!!!!
Dengan bangku yang seperti jok becak, di dalam bajaj, hiburan yang paling menyenangkan adalah mendengarkan bagaimana si mesin bajaj berbunyi, sambil berpikir apakah doi akan mogok atau enggak saat melakukan perjalanan menanjak. Tentu saja dengan catatan si mamang bajaj gak BBB, bau badan banget, kalau si mamang sampai begitu, maka artinya kita sudah merasakan neraka dunia…!

Ok, stop bicara tentang bajaj dan segala rasa di dalamnya. Sekarang mari bicara bagaimana rasanya berada di belakang bajaj, di mana kita sedang mengendarai motor atau naik sepeda, dan kita terjebak dalam kemacetan!!!! Saya sudah beberapa kali merasakan itu, kalau boleh dibilang, rasanya udah kayak dikasih gas beracun, yang bahan komposisi bahan kimia-nya melebihi berat tabungnya!!! Ngehe abis!!! Sebagaimana kita tau, pantat bajaj tuh gak pernah berhenti kentut, kentut yang berasap!!!!! Nah bisa di bayangkan betapa sengsaranya kita harus bernapas sementara oksigen yang kita hirup bercampur oktan kotor hasil pembakaran si bajaj tersebut, Meh banget!!!! Sejam aja kita ada di belakang bajaj yang lagi ngentut tanpa henti itu, mungkin wajah kita bisa menghitam tanpa bentuk….
Belum lagi saat tuh bajaj yang penuh karat (amit-amit) nyeruduk kendaraan kita, wah bisa langsung tetanus tuh bodi kendaraan kita. Belum lagi prilaku si supir bajaj yang seperti malaikat (saya menebak supir bajaj dan supir metro mini ialah saudara kandung) lihat saja bagaimana ugal-ugalannya mereka, jalan seenaknya, motong jalan kendaraan lain seenak jidat (pertanyaan!!! kenapa istilah seenak jidat ini dipakai?? sebenarnya apa maksud kalimat ini?! jidat siapa sebetulnya yang semena-mena. ok balik ke tulisan sebelumnya). Satu lagi, bajaj itu punya manuver yang ajaib, di mana hanya sang supir dan Tuhan yang tau kapan dia mau belok ataupun berputar, karena lampu sein di bajaj merupakan aksesoris semata yang abadi, yang gak pernah hidup sama sekali. Sering saya berpikir, apa mungkin setiap supir bajaj adalah keturunan kucing yang punya sembilan nyawa, jadi mereka gak takut mati dengan cara bawa kendaraannya. Ok, kalau memang mereka keturunan kucing, lha tapi penumpangnya? Apa begitu masuk bajaj si penumpang langsung dapet nyawa tambahan kayak si supir bajaj? Pikir itu mamang bajaj!!!!!!

Untuk masalah kentut tuh bije, sebetulnya pemerintah sempat keluarin bajaj berbahan bakar gas (BBG)

 

 

 

tapi entah kenapa supir bije yang model jadul sebagian besar gak mau berpaling. Apa harganya terlalu mahal ya? Atau mungkin juga, kalau seandainya ganti ke bajaj BBG si mamang bajaj takut bau keteknya kecium? Secara kalau bije klasik (yang kalau dilihat dari kondisi tubuhnya, harusnya si bije ini sudah berada di alam baka), bau si mamang ga bakal kecium sama penumpang, sebab si penumpang pasti bakal sibuk nutup hidungnya akibat kentut tuh bajaj masuk ke dalam kabin penumpang. Ah, sudahlah, mungkin butuh kesadaran tinggi dari si mamang dan pemerintah untuk menjaga lingkungan kita yang sudah semakin parah oleh asap kendaraan ini. Saya gak bisa menyalahkan pemerintah atau mamang bajajnya, kedua-duanya pasti punya banyak opini yang bisa dibenarkan secara harfiah. Jadi kalau mau di salahkan ya, kendaraan lelaki yang pertama kali menghamili eyang buyut bajaj tersebut, akibat ulahnya, kini generasi penerusnya banyak berlalu-lalang menyebarkan racun yang merusak udara. Mungkin yang bisa saya lakukan sekarang adalah berdoa, semoga saja pemerintah dan mamang bajaj sama-sama diberi pencerahan oleh Yang Maha Kuasa, agar mereka sadar seperti apa udara di lingkungan anak cucu kita nanti kalo mereka gak berusaha memperbaikinya dari sekarang. Dan doa itu juga berlaku bagi bus-bus yang usianyapun melebihi umur saya dan punya kentut lebih dahsyat dari si bije itu.

Terakhir, tolong jangan tanya apa yang saya tulis ini. Karena saya nulis ini sambil nungguin download-an driver, jadi saya juga gak ngerti arti tulisan saya di atas. Terima kasih dan selamat pagi.

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s