Pembicaraan bangke saat renang di hari Minggu.


Ceritanya hari minggu kemarin saya memutuskan untuk membuat sehat badan saya dengan berolahraga…RENANG!! yak, berenang di kolam renang. Terakhir kali saya melakukan olahraga ini di kolam renang adalah kurang lebih beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika saya masih SMP!! kurang lebih 14 tahun lalu…..
Sebenarnya setelah masa SMP saya masih sering renang, hanya saja bukan di kolam renang, melainkan di tempat umum lainnya, seperti empang milik tetangga atau pun di laut yang masuknya gratisan.
Dan ketika saya sampai di kolam renang di kawasan Jakarta Timur itu, melakukan pemanasan ala Richard Sambera, saya mulai menenggelamkan diri ke dalam air berbau kaporit itu. Saya mulai berenang dari sisi kolam yang satu ke sisi kolam yang lain, tentu saja dengan gaya andalan gaya bebas, sebagaimana sering digunakan oleh anak-anak kampungan seperti saya. Karena gaya bebas adalah gaya yang paling mudah dilakukan.

Setelah berlomba adu cepat dengan pacar saya yang ikut berenang bersama saya, karena renang ini sebenarnya ide dia. ada satu hal yang saya rasakan: Napas ngos-ngosan!!!!. Sampai di sisi tujuan, saya pun beristirahat di pinggir kolam dengan napas yang sekarat.
DAN!!!! di sinilah ketika saya menolah ke arah seorang bapak yang mengaku berusia 46 tahun, dia tersenyum. Sebagai orang yang ramah saya pun membalas senyumnya….walau pada akhirnya saya tau inilah kesalahan terbesar saya di hari itu.
Karena setelah senyum saya itu, si bapak fulan tersebut mengajak saya berbincang:

Bapak Fulan: “Napasnya gak kuat ya mas? Tadi kelihatan susah napasnya pas renang?”
saya: *merasa perkataan si bapak itu benar* “iya, pak. gak kuat saya napasnya” <— ini muara kebangke-an hari itu.
Bapak Fulan: *dengan santai* “biasanya karena usia itu mas…..saya 46″ *lalu tatapannya seakan mempertanyakan usia saya”
saya: *dalam hati* “@n*#!!!!!!, lo pikir gue se-tua elo??!!! gue masih jauh di bawah elo woy!!!*
Bapak Fulan: *ngeloyor pergi tanpa sambil berenang dengan gaya ayam kecebur empang, seakan mau menunjukkan bahwa napas dia jauh lebih kuat dari saya*
saya: *nahan dongkol yang teramat sangat, masa muka cute mirip Ryan Hidayat gini disangka umurnya gak jauh beda dari dia*
pacar saya: *ngakak puas banget, karena dia kalah adu cepat renang dari saya, dan ucapan si bapak Fulan tersebut ternyata bisa membuat dia merasa sangat menang –*”

Yak setelah kejadian tersebut, saya mendapat pelajaran baru: Kalau sadar punya napas yang pendek dan ingin berenang, pada saat selesai berenang dalam artian sebenarnya, dan merasa pada saat renang tersebut terasa kalau napas sangat payah. selesainya jangan sekali-kali tersenyum pada orang yang tak dikenal yang berada di dekat kita. sebab bila sampai terjadi perbincangan yang saya alami, itu bisa membuat hari anda menjadi sangat bangke!!!!! Untung aja waktu itu ada pacar saya, jadi adem deh emosi yang udah sampe ubun-ubun…kalo saya lagi sendirian…udah saya sumpahin cerai saya isterinya tuh bapak-bapak.

Udah ah, saya nulis ini sekadar pelampiasan kekesalan saya sama bapak-bapak itu. Tulisan saya kampungan? Norak? Bodo amat!!!! blog juga blog saya toh??? *mendadak emosi inget muka si bapak itu*. Sekian.

Semoga si bapak itu baca tulisan ini terus dia tersadar

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s