Sesuatu


Hujan terus jatuh di luar jendela.
Basahi tetumbuhan milik Ibu.
Genang air tertampung di atas tanah yang dibeli Ayah.

Aku, merenung sepi di dalam kamar, memandang langit.
Ada debaran yang entah menggebu dalam dadaku.
Sebuah hilang akan sesuatu.
Aku memikirkan sesuatu.
Aku tau sesuatu itu apa, tapi tak ingin semua tau.

Sesuatu itu suci.
Tak pernah tersentuh kebohongan atau ingkar.
Sesuatu itu; rindu.
Di antara hujan yang menggebu aku merindu.
Rasa yang pasti ada di setiap lembar kasmaran.
Rindu.
Aku.
Rasakan itu.
Rindu.
Pada kekasihku.
Hanya itu.

Hujan masih tertawa.
Tak mampu aku terlelap.
Sebab rindu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s