Jadilah pengantinku!


Sungguh, aku merindukanmu. Kini bayangmu melanda pikirku. Ciptakan belati-belati yang siap gores nadiku sebab rindu.
Kusimpan rindu untuk senyummu, sapamu, aksaramu, pelukmu, ciumanmu. Ah! Aku merindukanmu.
Remang cahya bulan terangkan bentuk rindu di mataku: kamu! Lidah kelu. Tak mampu ucap kata lain selain rindu! Gila! Rindu ini sangat menderu.
Telah kuteriakkan namamu ke langit, gelontorkan bayangmu pada rembulan. Agar bintang mau memapah angin menujumu, sampaikan rinduku.
Rungau mulai betah bermain di mataku, kantuk tak lagi bersahabat denganku. Rindu untukmu sungguh menyita banyak waktuku.

Ah! Rindu……entah pada waktu yang mana aku bisa terlepas darimu..

Hanya bayangmu yang setia temaniku saat malam menyapa, sampai fajar terbit di cakrawala. Namun hadirmu tetaplah maya!
Aku mau lepaskan tangisku pada malam. Berkata lirih agar esok pagi rindu terlupa.
Maka jadilah pengantinku. Hanya untukku. Dan kita bekukan waktu. Agar rindu yang pilu sungkan bertamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s