di ruang hampa.


Peluh berjelaga.
Sepi meronta.
Ruang ini hampa, tanpa sesiapa.
Hanya aku, nyawa, dan sekumpulan rindu yang luka.
Gemeletak bunyi hujan mulai menyapa.
Kian riuhkan isi kepala.
Saat ini senja.
Tapi langit tak jingga.
Sebab hujan sedang berkuasa.
Terdengar para katak berpesta.
Di sela lirih suara rinduku yang kian terluka.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s