(harusnya) gue fans Hijau Daun


image

Kau terindah diantara bunga
Yang pernah hadir dalam mimpi ku
Kau terbaik diantara dewi
Yang pernah aku mili ki dahulu

Kau bentangkan jalan penuh duri
Teramat sulit aku lewati
Kau tancapkan luka penuh arti
Teramat sakit aku rasakan

Begitu indah kau tercipta bagi rama
Begitu anggun kau terlahir sebagai sinta

Reff !
Kau terindah yang pernah ku cintai
Tapi tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah ku kagumi
Meski tak bisa aku miliki
(Dewi Khayalan ~ Daun Band)

Yeay!! Akhirnya setelah sekian lama melalui perjuangan keras, berapa kali menyandang status jomblo, hilang perjaka, gue dapet juga lagu ini: Dewi Khayalan – Daun Band!
Mungkin buat para fans hijau daun akan meng-klaim bahwa lagu tersebut milik band pujaan mereka: Hijau Daun. Boleh-boleh aja.
FYI lagu ini pertama kali gue dengar pada tahun 2001/2002an, persis waktu gue menimba ilmu di Universitas Bandar Lampung, kota Bandar Lampung. Kota? Iye! Bandar Lampung itu kota brur en ses! Dan bukan seperti dalam gambaran setiap orang awam, bahwa Lampung = Gajah.
Woi…emang banyak gajah di Lampung. Tapi di daerah Way Kambas sono. Yang jaraknya bisa puluhan kilometer dari Bandar Lampungnya.
Jadi inget yah, Bandar Lampung itu kota, dan tempat kuliah gue.

Oke, terlalu jauh pembahasan, balik ke inti tulisan. Ya, jadi pertama kali gue denger lagu Dewi Khayalan ini di radio swasta di Bandar Lampung, disebutkan bahwa yang membawakan lagu ini adalah: Daun Band, band indie dari Lampung yang masuk dalam kompilasi album ‘Indie Lampung’ dan aransemen lagu ini saat itu lumayan rock!
Singkat cerita, lagu ini saat itu mampu bersaing dengan lagu yang lagi nge-hits saat itu macam lagu-lagunya Caca Handika, Jaja Mihardja, Padi, Peterpan. Dan lagu ini sangt ditunggu sama gue dan teman-teman gue, karena radio di Lampung pun jarang putar lagu mereka yang uyeah yeah yes arggg fuck me babe fuck me (suara berasal dari handphone si mumu)..ini.
Karena kondisi keuangan pula saya gak bisa beli kaset kompilasi tersebut. Tapi gue ngerasa bahwa gue ngepens banget ama ini band (Daun Band).
Lihat deh liriknya, asik banget. Udah gitu suara vokalisnya pun dahsyat. Gue bisa ngomong gitu karena gue udah pernah dengar langsung si Vokalis yang gue lupa namanya manggung. Top!! Untuk dengar suaranya silakan donlot lagu Dewi Khayalan – Daun Band di sini.

Balik ke fans Hijau daun, pertama nih band muncul di televisi Pak Umar tetangga gue. Gue agak merasa kalau band ini sebenarnya adalah Daun Band. Tapi yang buat saya ragu adalah vokalisnya, yap, suara vokalis Daun Band itu beda banget sama suara bindengnya si Dide (voc. Hijau Daun).
Udah gitu, tampang!!! Bro, si fulan vokalis Daun Band itu tampan bro…kalo dia lagi nyanyi pasti gue dan cewek-cewek Lampung langsung lari kedepan teriak-teriak manggil dia, buka baju, buka celana, buka beha. Lha kalo si Dide..?!! Ah sudahlah, kalian saja yang menilai…toh gue juga gak ganteng-ganteng amat buat ngomongin tingkat kegantengan orang lain. (gue ganteng banget!! bukan amat!! nyahaha)
Tapi setelah gue coba cari info ke teman-teman gue di Lampung. Ternyata Daun Band = Hijau Daun. Tapi entah kenapa kali ini gue ngerasa gak ngepens sama mereka. Selain karena suara vokalisnya beda, musiknya jadi yu’tot!! a.k.a Melayu Total!! Bleeeeehhh….
Dan lagu Dewi Khayalan pun dimasukkan dalam album pertama Hijau Daun dengan aransemen yang berbeda. Dan menurut gue jauh banget dari versi awalnya yang gue dengar di lampung. Yang baru ini lebih ble’e!! :))

Jadi kesimpulannya, sah-sah aja kalo para fans hijau daun merasa ini lagu milik idola mereka. Dan sah juga dong kalo gue bertahan bahwa lagu ini punya daun band. Sebab gue pun lebih suka saat daun band yang bawain. Walau Hijau Daun = Daun Band. Tetap aja beda buat gue!.
Ah! Sayang ya..andai vokalis mereka tetap sama, mereja bakal dapat tambahan satu pens lagi: Gue!. Sudahlah..nasi sudah jadi kotoran…

Baidewai tulisan ini gue tulis bukan buat ngereview musikalitas, atau sejarah band tersebut. Tulisan ini gue buat karena gue lebih suka lagu Dewi Khayalan dibawain sama Hijau Daun/Daun Band dengan vokalis yang lama. (info vokalis mereka ganti gue dapet dari sumber yang terpercaya di Lampung, sebut saja namanya kemboja).
Jadi, maju terus musik Indonesia!!

3 comments

      1. Sungguh terharu membaca tulisan ini, terimakasih teman, ini gw anggap sebagai pujian yang terindah yang pernah ku kagumi tapi tak bisa aku miliki, hehehe… Untuk para teman setia, selepas dari Daun Band, gw masih tetap bersuara dan bernyanyi dari band ke band. Daun band merubah nama menjadi Harmoni band, ubah lagi menjadi Ayasofia band, ubah lagi menjadi Lampu Pijar band dan kini gw pindah ke Blueberry band. Sekali lagi terimakasih, salam untuk para teman setia gw. Alhamdulillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s