Binasakan sepiku, Tuhan.


image

Lagi, sebuah malam yang sepi. Dan keentahan yang semakin menjadi. Ada ketakutan dalam diri. Tanpa pernah ada yang mengetahui.
Tanya demi tanya terkepal lalu memukul lapisan dalam kepala. Ragu menelusup lewat rongga luka sebabnya.
Sinar bulan yang tanpa malu terobos jendela kamarku semakin jelaskan rupa hampa di mataku. Yang bahkan tak pernah kusadari.
Selama ini kupikir kakiku bawa aku melangkah ke arah savana pasti. Hingga jejatuhan ragu mulai sambangi. Jerat aku dalam sepi.
Aku bertanya pada Tuhan lewat puisi, mengapa sepi? Mengapa harus sepi? Aku letih dipojokkan oleh sepi, sendiri.
Gelap bayang langit tetiba hinggap di kelopak mata, buatku membuta. Buta akan sebuah jawab akan tanya jiwa. Di mana cahaya?!!
Pijar lampu di langitlangit kamar tak juga hilangkan sepi. Malah kian tajam ia serupa belati, dengan racun rindu di tubuhnya.
Aku kesepian, Tuhan. Sekarat aku memendam rindu, Tuhan, sebab harap yang tak pasti, Tuhan. Binasakanlah sepi, Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s