Bidadari


image

Sesuatu itu mulai matikan detak harapku. Bekukan aliran asaku.
Ada yang bersembunyi di sini. Di sela hela napasku. Sebuah mengapa yang kian mengendap.
Kesendirian layangkah khayalku hingga tembus kenyataan. Berharap selalu ada sosok bidadari yang sanggup temani sepiku.
O bidadari khayalan, datanglah dalam bentuk kenyataan. Lalu kita terisak bersama. Tangisi kesepian ini.
Sebab bidadari…ingatan tentang tengah malam tadi mulai hentikan nadiku. Ledakkan kesedihan di kepalaku. Bidadari! Datanglah!
Otakku menghampa, bidadari. Seluas dunia ini aku masih merasa sendiri. Kepedulian jadi tak berarti. Aku bersedih, bidadari!
Tinggalah denganku, bidadari. Jamahi aku senja nanti. Jangan pernah pergi! Abadilah abadi kau dalam hidup ini!
Aku butuh teman tuk bercerita tetang kisah sedih ini. Bukan hanya sebuah benda bertekhnologi. Bidadari, bidadari, lekaslah turun ke sini.
Dan kita benarbenar akan menangis bersama, saling usap jejatuhan air mata. Berjanjilah, bidadari!
Langit beranjak senja. Tubuhku terus saja bergetar akibat kalimat tanya di kepala. O bidadari, aku mulai hilang logika.
Cinta terlalu sibuk pikirkan dirinya sendiri, bidadari. Ajak aku terbang bersamamu, bidadari. Hilang pada awan tertinggi.
Lalu mati sebab perih yang sudah tak tertahan lagi. Bersamamu, bidadari!!!

*terinspirasi dari lagu Bersama Kita Menangis – Slank*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s