Pertanyaan menyebalkan saat wawancara kerja


Kadang pada saat wawancara, saya rasa ada pertanyaan yang terasa retorik dan gak semestinya dipertanyakan kembali dari sang HRD atau siapapun dia yang punya wewenang untuk mewawancarai (untuk tenaga kerja berpengalaman). Kalau untuk tenaga kerja yang baru lulus saya pikir sah-sah aja pertanyaan seperti itu dipertanyakan.

Salah satunya yang cukup mengganggu telinga saya:
Q: “Apa alasan anda ingin bergabung di Perusahaan kami?”
Hei!! Kalau seandainya gue gak nganggur, gue juga ogah kerja di tempat elo, mesti jawab-jawab pertanyaan macam ini lagi. (pengangguran berpengalaman-berpengalaman kerja maksudnya, bukan pengalaman nganggur)
Hellooooo…. Kalau gaji di tempat jij ga melebihi gaji di tempat ai sekarang juga, ai ga bakal mau pindah.. (pekerja seks komersil pengalaman yang suka dengan gaji yang tinggi)

Tapi hampir sebagian besar, termasuk saya pasti menjawab dengan “mencari karir yang lebih baik dari tempat sekarang” dan saya berpikir kalau jawaban seperti ini adalah bodoh! Karena alasan terbesar orang mau pindah tempat kerja adalah gaji. (hasil survey didapat dari curhatan teman-teman saya). Dan entah kenapa, kalau kita jawab dengan alasan ‘Gaji’ sepertinya tabu bagi para pewawancara kerja saat ini. Kita akan dianggap sebagai kutu loncat, yang akan berpindah kerja ke sana kemari/tidak loyal hanya dengan alasan gaji yang lebih besar.
Padahal kalau saja dipikir secara dalam (gue pernah bicarakan hal ini sama teman yang bekerja sebagai HRD, dan dia akhirnya setuju) walaupun kita menjawab kalau alasan kita berpindah kerja adalah gaji, tidak bisa disimpulkan bahwa kita tidak loyal.
Logikanya: sebelum mendapat panggilan/tawaran kerja dari tempat lain yang menawarkan kita gaji lebih tinggi dari perusahaan kita sebelumnya, setidaknya kita harus mempunyai catatan prestasi, atau kelebihan lainnya. Yang berarti pula kita butuh waktu untuk mendapatkannya (memberi loyalitas pada perusahaan dengan bekerja secara baik agar kita mendapat nilai jual di luar), memang ada pula yang instant, tapi itu sangat jarang.
Nah, berarti sebelum kita memutuskan untuk pindah kerja dengan alasan gaji yang lebih tinggi. Sebelumnya kita pun loyal terhadap perusahaan, kita bekerja untuk keuntungan perusahaan, dan keuntungan yang kita dapat adalah kita dianggap punya nilai lebih di mata perusahaan lain, itu simbiosis mutualisme bukan?.
Itu yang buat saya heran, entah bagaimana awalnya yang buat alasan pindah kerja karena gaji akan punya nilai jelek di mata calon mertua HRD.

Dan pagi ini, saya baru saja diwawancara untuk urusan pekerjaan. Tampaknya pewawancara saya kali ini cukup paham dengan cara mewawancara seorang tenaga kerja yang sudah mempunyai pengalaman. Dari awal wawancara dia tak mau bertele-tele dengan memberikan pertanyaan yang seperti saya tulis di atas, dia langsung meminta komitmen yang akan saya berikan pada perusahaan, dia bertanya apa keuntungan yang akan ia dapat bila memasukkan saya bekerja ke dalam perusahaannya. Jujur, pertanyaan seperti ini lebih baik. Dan saya berpikir ini adalah wawancara terbaik yang pernah saya jalani, sampai beberapa saat jelang sesi usai, akhirnya dia mengeluarkan pertanyaan menyebalkan itu. Dan untuk pertama kalinya saya pun menjawab dengan alasan Gaji. Awalnya dia memandang kurang respek, sampai pada saat saya jelaskan alasan saya menjawab seperti itu. Barulah ia tersenyum dan setuju.
Dan inilah pertama kalinya saya menjawab pertanyaan seperti itu dengan jawaban gaji dalam sebuah wawancara kerja.

Jadi saya rasa, sudah seharusnya alasan pindah kerja dengan jawaban gaji tidak lagi ditabukan oleh para pewawancara. Bukankah sudah jelas alasannya? Seandainya tudingan kita para pencari kerja hanya membanding-bandingkan gaji. Itu hak kita sebagai pekerja, dan pada saat kita sudah bisa membandingkan gaji, itu artinya kita sudah punya nilai lebih dalam pekerjaan. Yang berarti pula perusahaan sebelumnya sudah merasakan jerih usaha kita dalam bekerja (yang pastinya bagus). Sekian saja coretan gak jelas saya siang ini. Tulisan ini saya buat semata atas kejengkelan saya terhadap pertanyaan tersebut, bila diantara para pembaca ada yang keberatan atas pendapat saya, silakan dikemukakan. Terima kasih.

6 comments

  1. yang kamu tuliskan itu sangat menarik, saya hrd di salah satu perusahaan swasta, dan jarang2 loh ada calon karyawan berani menjawab dengan jawaban “Faktor Gaji” seperti yang kamu tuliskan.

    untuk wawancara bukan hanya itu yang di perhatikan oleh para hrd, kami punya aspek pembanding masing2 bagi setiap interviewer (hrd).

    contohnya kamu bisa menjawab dengan hal yang unik dan ekstriimm seperti ini “saya berniat berpindah pekerjaan dikarenakan faktor pengalaman saya yang sudah saya nilai ‘Cukup’ untuk mendapatkan hal atau posisi yang lebih tinggi berdasarkan pengalaman saya sebelumnya sampai dengan saat ini”.

    biasanya saya atau kita sebut saja pihak interviewer atau hrd akan langsung tertarik untuk berdebat dengan “KAMU” setelah kamu menjawab hal ini, kenapa? karena kamu adalah orang yang berani untuk mengambil langkah tajam untuk menaikkan tingkat strata atau leveling kamu ke jenjang karir ditas itu.

    Poin terbesar dalam interview adalah “Smart, Pandai Berkomunikasi, Ramah, Rendah Hati, Terlihat Supel dan energik, lalu luwes dalam mengutarakan sesuatu (bisa pengalaman kerja dan hal lainnya).

    Dan jangan suka “BOHONG” dalam interview yang sudah punya pengalaman atau apalagi yang masih freshgraduated, kalau tidak tau ya katakan saja “mohon maaf saya kurang paham” atau “mohon maaf saya belum mengetahui hal tersebut”, karena saya sering sekali menemui calon kandidat yang berlagak mengetahui semua jawaban dan hal dari pertanyaan saya. Hati hati dalam berbicara karena interview yang buruk dapat memberikan dampak yang buruk juga.

    sekian komentar saya, mohon maaf kalau kepanjangan yaa. .

    Terima kasih, dan semoga bermanfaat ya. ๐Ÿ™‚

    Kalo mau sharing2 atau tanya2 bisa kok nanti saya baless deh. hahaaha

    1. Hi,
      Ya saya setuju, jangan pernah berbohong. Tapi kembali lagi ke masalah alasan untuk pindah kerja itu (kecuali dihijack ya, karena saya beberapa kali dihijack dan alasan gaji adalah utama, selain posisi). Apa kita sebagai pelamar bisa dianggap baik jika gaji sebagai alasannya?
      Tentunya jika menggunakan itu harus ada data/pengalaman yang memenuhi kualifikasi, atau bahkan melebihi.
      Karena, dengan masalah gaji, seseorang bisa meninggalkan zona nyamannya (permanent employee).
      Thank you sudah mampir dan komen๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s