Di pinggir jalan ibukota, sendiri.


image

Matahari mulai menggeliat, pada jalanan lengang yang biasanya padat.
Awan-awan putih terlihat berdiskusi di pucuk gedung tinggi.
Para pedagang kaki lima sibuk bicara, pada pejalan kaki yang terlihat berdahaga akan apa saja.

Terduduk aku di atas pot pinggir jalan, coba mencabik-cabik kesendirian. Menusuk riuh berkali-kali pada tubuh sepi.
Percuma! Kesemuanya itu justru kian menggila dalam kepala, menari bebas dalam telanjang di jalan kehidupan.

Bayang-bayang tubuhku di atas aspal yang memanas di jilat matahari kian sejajar dengan berdiriku.
Jejalan semakin padat, lalu lalang kendaraan terbitkan riuh yang paling hebat!
Tapi entah, kesendirian ini tetap menjeratku, mengikatku erat.
Lalu aku hanya bisa titipkan sendiri ini pada tatap matahari yang kuharap tak meredup sampai senja nanti, semoga ia mati sebelum malam terlahir lagi.

Dan aku masih terduduk di sini, di pinggir jalan ibukota. Menikmati kedip matahari di langit hari. Sendiri.

07/18/2011 11:40

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s