Selewat saat takbir berkumandang.


Kudengarkan takbir yang dikumandangkan oleh surau dekat rumah.
Lalu derap kaki para tetangga yang sibuk persiapkan santap malam bagi para manusia di dalamnya.
Ini malam jelang kemenangan bagi setiap muslim. Yang konon katanya banyak dosa meluruh usai sebulan berpuasa.
Canda para anak kecil di dekat beduk tambah khidmat remang malam.
Aku? Hanya tersenyum sambil bermain air mata.
Ya, air mata. Habiskah semua dosaku? Yang kupastikan tingkatannya jauh lebih tinggi di atas pahala.
Akankah aku, temui lagi malam kebahagiaan seperti malam ini tahun berikutnya?
Masihkah ada kesempatan bagiku di dunia? Menebus dosa, meraih pahala.
Semua kuasaNya. Aku hanya bisa berdoa, nikmati sucinya hari esok berdua, dengan lelaki yang lahir setelahku dari rahim yang sama. Hanya berdua.
Dan berjuta tanya akan kelanjutan hidupku di dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s