Di mana harus kutempatkan rinduku.


image

Denganmu, kepalaku terus membiarkan rindu terlahir tanpa jemu.

Lalu imajiku terbang….

Pada hitamnya bola matamu, di mana sering kutemukan senja yang paling sempurna terkurung di situ. Butiran rindu tertanak dalam tungku kepalaku.
Pada indah lengkung bentuk bibirmu saat melukis senyum yang kugilai itu, di mana bahagiaku selalu mencapai titik tertingginya saat menatap itu. Perlahan janin-janin rindu mencuat keluar dari rahim pemikiranku
Pada manisnya nada-nada suaramu yang belum pernah kudengar sebelumnya dalam hidupku, di mana kurasa gendang telingaku bergetar malu-malu. Jari-jari rindu dengan liarnya mengobrak-abrik tatanan otakku.
Pada semua sifat dan apapun yang direkatkan Tuhan dengan sempurna padamu, di mataku. Semuanya!
Rindu mencapai titik didih tertingginya dalam kepalaku. Nelangsakan aku.

Dalam kesepian yang terlalu, aku termenung bisu. Pikirkan rindu untukmu. Yang tak pernah tau malu, terus membelitku…. Lalu aku berteriak kencang pada malam nan pilu, melaknat satuan jarak yang mengganggu. Mencaci setiap helai waktu yang entah mengapa kali ini jatuhnya bagai bulu, perlambat kesempatan kita untuk bertemu.
Maka kutuliskan beberapa kuntum aksara tanpa jemu, yang di tiapnya terjejali hasratku, hingga tubuh mereka pun mewangi rindu, untukmu.
Dan jika kau anggap semua ini mengganggumu, tolong jawab tanyaku;

Di mana harus kutempatkan rinduku….?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s