Merindukan pelangi.


Beberapa butir hujan menggedor jendela kaca. Menempel di sana. Sisanya asik menari di perut semesta.
Ilalang kering terlihat bergembira, mereka bersorak pada kehadiran air ajaib yang jatuh dari langit tanpa jeda.

Di dalam kubikel kerja. Sepi berkuasa. Manusia-manusia di sini terlalu menikmati diperkosa kerja. Mereka tak peduli dengan hujan di luar sana. Angka-angka di layar monitor lebih indah dibanding muntah langit sepertinya! Gila!

Hanya aku sendiri yang dekatkan tubuh pada jendela kaca. Sentuh anak-anak angin yang terobos masuk ruangan lewat celah di sekitar jendela.
Mataku mencari-cari mentari di setiap lekuk cakrawala. Merindukannya.
Dalam kepalaku bergumul segenap doa. Agar hujan segera tiada.
Biar muncul lengkung pelangi di garis cakrawala.

Sebab aku merindukannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s