Pergunakanlah kaca spion motor dengan baik.


image

Kadang gue bingung sama sebagian pengendara motor di Jakarta dan sekitar. Hampir rata-rata penggunanya malas pakai spion buat lihat keadaan jalanan di belakang kiri atau kanannya. Mereka lebih percaya ‘perasaan’, perasaan tadi gak ada kendaraan lain di belakang, perasaan tadi kendaraan lain masih jauh, dan banyak perasaan lain yang bakal keluar kalau udah kejadian yang gak enak.
Spion sekarang di mata sebagian pengguna motor gak lebih dari sekadar variasi, lihat aja bentuknya, bahkan ada spion yang secara logika cuma bisa dipakai lihat perut si pengendaranya, bahkan ada juga motor yang gak ada spionnya. Kalau ada motor yang masih pake spion asli bawaan yang segede anunya paus, mungkin pengendara tersebut sudah sadar akan arti spion bagi keselamatannya. (Sukur kalo gak digunain cuma sebagai tempat gantung tali gantungan kunci motor yang marak dijual di lokalisasi pinggir jalan)

Padahal, gak perlu dipikir, spion tuh ngebantu banget saat bawa kendaraan. Gak bikin kepala copot karena harus nengok keadaan di belakang kendaraan melulu. Gak perlu banyak perasaan, karena kejadian gak enak pasti bisa diminimalisir. Dan tetep bisa lihat kalo ada cewek/cakep di pinggir jalan yang udah kelewatan, tanpa harus berhentu dulu yang bikin malu karena pasti ketahuan sama mahluk itu.
Itu cuma sebagian kecil keuntungan kalau mau pakai spion saat mengendarai motor, masih banyak keuntungan lain yang gak bisa disebutkan karena keterbatasan pengetahuan penulis. Sempat terpikir, kalau aja spion bisa dipergunakan juga seperti kaca di atas peruncing pinsil bulat, yang sering dilepas dan diikat ke tali sepatu untuk intip isi dalam rok setiap orang yang lewat, mungkin akan ada banyak pengendara motor terutama pria yang akan pakai spion di motornya, dengan sendirinya. Tapi masalahnya, siapa yang mau diintipin roknya demi kesadaran para pengguna sepeda motor?!

Sudahlah, intinya pakai menggunakan fungsi spion di motor dengan sebenar-benarnya, sebab itu bisa menjaga keselamatan pengendara motor lebih besar, dibanding pengendara yang tidak menggunakan fungsi spionnya dengan benar. Ciao!

*tulisan ini dibuat setelah penulis memaki orang yang seenaknya berhenti, tanpa kasih lampu sign, dan begitu dimarahin tuh orang cuma jawab pake banyak ‘perasaan’ karena motor ybs gak ada spionnya*

13 comments

  1. Tapi ingat, bagi pengendara mobil atau motor, tetap ada sudut mati yg gak bisa dilihat hanya pakai spion. Jadi memang kalo mau belok atau mau pindah lajur, sebaiknya juga menoleh.🙂

    1. Iya itu juga bener, tapi saat kita ada di belakang kendaraan lain dan mau nyusul, coba cek spionnya, kalo muka yg bawa keliatan, berarti kita bisa terlihat sama supir. Kl supirnya gak kelihatan di spion kita ada di blind spotnya supir, harus hati2. Dan itu berlaku kalo supir tsb menggunakan spionnya😀

      1. Bener juga, jadi menjengkelkan kalau kendaraan di depan kita pindah lajur atau berbelok TANPA melihat spion atau TANPA menoleh sedikit. Pada akhirnya karena seperti itu, malah kita yang di belakang yang ngalah dengan cara mengerem untuk mengurangi kecepatan (kalo nggak, bisa senggolan). 😐

        Kesannya itu seperti dia serba tahu, seperti sok punya jalan. Dikira dia punya mata di punggung…😡

  2. wkwk..ngakak jga postingnya bro,,tpi bagus,nambah pengetahuan,
    kadang aku malu pakai spion 2 di motor,tpi mengingat pntingnya keslamatan,.gra-gara gengsi kslamatan terancam,.:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s