Dengan terpaksa aku tikam senja hingga tak bernyawa.


Aku ikat moncong rindu dalam kepala, mencekik lehernya tanpa memberinya jeda.

Sekarang senja.

Waktu di mana sering sekali aku bayangkan kau dan aku bermesra.

Maka kulakukan itu semua; hancurkan bunyi-bunyi rindu dalam kepala.
Agar warasku tak beranjak menuju gila.

Sebab ini senja pertama, sejak ratusan hari yang selalu kita lewatkan bersama harus terhenti sebab jarak yang mendera.

Dengan terpaksa aku menikam senja hingga tak bernyawa.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s