senja pun hampa, sebab keangkuhan cuaca.


dengan sabar aku menunggu mentari berpendar, lalu usir mendung yang sedang bertahta.
aku tuliskan kata-kata sebagai penghapus bosan, berharap senja yang jingga segera tercipta.
berjuta ayat kudendangkan untuk datangnya senja yang jingga, namun sia-sia. perlahan rintik gerimis memukul-mukul kepala, usirku dari beranda, paksa aku tonton semesta dari balik jendela kaca.
anganku kembali berpindah, andai jingga tak terbaca, biarlah pelangi yang melipur lara, hapuskan rindu akan senja yang jingga.

tapi terkutuklah sang hujan, ia hentikan langkahnya. telapak tangannya tak sampai ke bumi. hanya jari-jarinya yang membentuk gerimis yang ia biarkan tertawa!
hampa sudah sang senja, jingga tak ada, pelangi batal melengkung di kanvas cakrawala.
sebab keangkuhan cuaca.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s