Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan kredit.


Setelah beberapa teman yang bertanya “kenapa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Multi Guna (Menjaminkan Rumah milik pribadi untuk mendapatkan kredit berupa uang tunai) selalu ditolak? Padahal gue rasa gaji gue cukup buat bayar cicilan” atau “kenapa limit kredit saya diberikan jauh di bawah dari yang saya ajukan?”. Saya bermaksud untuk membagi sedikit info buat para calon debitur (istilah di bank untuk para calon pengambil kredit) yang saya tau, mudah-mudahan bisa membantu bagi yang ingin mengambil kredit.

Sebelum mengajukan kedua produk kredit di atas (sesungguhnya untuk hampir semua produk kredit), ada beberapa hal yang patut diperhatikan oleh calon debitur. Antara lain adalah :

1. Penghasilan.
Biasanya Bank akan membandingkan, antara jumlah penghasilan total calon debitur (disebut total sebab Bank memperbolehkan joint income bagi para calon debitur yang sudah berkeluarga)dengan jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Standarnya adalah jumlah cicilan tidak lebih dari 35%-40% dari jumlah penghasilan. Sertakan slip gaji, atau lembar pembukti penghasilan lainnya, sebagai bukti nominal yang PASTI anda terima setiap bulannya (bonus/lembur sering tak dihitung oleh bank).
2. Agunan/Jaminan.
Pasikan jaminan yang akan dijaminkan memiliki surat-surat yang jelas dan lengkap, sebab bank akan sangat teliti dalam poin ini. Dan juga bandingkan antara harga transaksi dan harga pasar, sebab untuk setiap kredit dengan jaminan, bank memiliki tim penilai objek jaminan sendiri (internal/eksternal). Di mana mereka akan memberikan referensi pada bank tentang harga yang pantas bagi jaminan tersebut. Jadi BUKAN harga transaksi yang akan dipakai oleh bank sebagai bahan pertimbangan. Terkecuali bagi calon debitur KPR yang membeli rumah baru (primary), apabila bank sudah bekerja sama dengan pengembang, maka akan dipakai harga transaksi, namun bila belum bekerjasama ada beberapa bank yang bisa memberikan kredit dengan memperlakukannya sebagai kredit secondary yang tata caranya sebagai mana dijelaskan di atas. Dan standarnya, bank hanya akan memberikan kredit antara 70%-90% dari nilai agunan yang telah dinilai, kalau untuk kasus rumah baru dan sudah bekerja sama akan dipakai harga transaksi.
3. Kredit di tempat lain.
Perhatikan kredit-kredit anda di tempat/institusi keuangan lainnya (termasuk kartu kredit, KTA, terkadang kredit mobil atau motor), Bank memilki akses untuk melihat kredit anda di tempat lain, yang memang bisa didapat melalui BI apabila ada calon debitur yang sedang mengajukan kredit. Jika anda termasuk pembayar yang suka telat, menunggak hingga berbulan-bulan, maka bersiaplah untuk ditolak, atau ada beberapa bank yang akan meminta anda untuk melunasi tagihan anda di tempat lainnya agar mendapatkan BUKTI LUNAS (setiap anda melunasi kredit apapun, selalu minta tanda bukti ini), dengan catatan kredit anda disetujui.
Kenapa saya bilang harus diperhatikan, kembali poin 1, di mana jumlah maksimal cicilan per bulan adalah 35%-40% dari total income, jumlah cicilan yang dimaksud adalah total jumlah cicilan yang sedang anda ajukan ditambah cicilan anda di tempat lain, jika ada.
4. Rekening tabungan.
Bank akan selalu meminta copy lembar rekening tabungan anda selama 3-6 bulan terakhir, gunanya adalah untuk memperhatikan kebiasaan menabung anda. Yang utama adalah SALDO RATA-RATA, bukan saldo terbesar, jadi jangan mengiri jika anda baru memasukan dana dalam jumlah besar ke tabungan sesaat sebelum mengajukan kredit akan dihitung sebagai kebiasaan menabung anda. Masih bersangkutan dengan poin 1, akan lebih baik jika gaji yang anda terima ditransfer ke rekening setiap bulannya, hingga bank bisa dengan mudah memprediksi batas kemampuan anda, selain dengan slip gaji/surat keteranga penghasilan, mutasi gaji di rekening adalah bukti yang sangat kuat akan penghasilan perbulan anda.
5. Serahkan seluruh bukti tabungan anda.
Bilyet deposito, tabungan di bank lain, serahkan saja foto copynya, untuk membuktikan bahwa anda layak mendapatkan kredit.
6. Jujur.
Jangan memalsukan dokumen apapun, Bank akan mengecek keaslian semua dokumen yang anda berikan, bila sampai anda ketahuan memalsukan dokumen, blacklist siap menanti. Yang mana apabila bank penerbit blacklist telah menyebarluaskan data anda, maka anda akan jadi orang yang bersih, aka bebas kredit, soalnya akan ditolak di mana-mana.
7. Siapkan uang.
Bukan berarti setelah mendapat kredit anda akan langsung dengan mudah melenggang, ada banyak biaya yang harus dikeluarkan, biasanya sekitar 4% dari jumlah kredit (untuk biaya bank, dan hanya untuk kredit mult guna), untuk anda yang ambil KPR, persiapkan biaya-biaya lainnya, seperti pajak penjual/pembeli, PBB apabila menunggak.
Sedikit saran, untuk biaya bank, biasanya biaya notaris bisa dinego dengan notarisnya langsung, untuk menghemat biaya yang anda keluarkan.

Saya rasa sekian saja share saya tentang kredit, selain paket internet di warnet sudah mau habis, perut pun sudah lapar. Sekali lagi bukan berniat menggurui, hanya berbagi, kalau ada yang mau ditambahkan silakan. Pesan saya Bijaklah dalam mengambil kredit apapun! Perhatikan kebutuhan, jangan hanya berdasar nafsu, pikir matang-matang. Nama baik anda dipertaruhkan. Tulisan ini serius? Sudah seharusnya, sebab kredit adalah masalah yang serius dan butuh banyak pertimbangan. Selamat siang.πŸ™‚

note: Ini adalah share untuk para calon debitur yang berprofesi sebagai karyawan, sebagaimana teman-teman saya yang bertanya pada saya. kalau yang versi wiraswasta/freelancer/profesional/perusahaan tunggu rikues aja ah… #siapague

Sumber gambar: http://www.finance.telisiknews.com

2 comments

  1. Satu2nya yang mendorong saya pengen punya kartu kredit nantinya ya supaya saya bisa menggunakan KK saya itu untuk akun paypal saya. Terus saya mau beli musik di beatport.com.😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s