Entah.


Kata-kata hilang dari kepala.
Ruang imaji kosong melompong.
Kawanan mimpi lari, pergi.
Ide mati.
Mata setengah rabun, kuping seperti terpalam.
Entah apa yang ingin kutuliskan kali ini.
Sempat ingin bertutur dengan matahari, ceritakan indahnya langit hari.
Tapi lalu sesaat kemudian tak ingin.
Pernah terpikir tuliskan tentang bagaimana kuingin jenis aksara di atas epitafku nanti, namun aku sedang malas memimpikan aku mati.
Entahlah, seakan semua tetiba kiamat dalam otak ini, enggan berimaji, malas berlari-lari dalam khayal, muak dengan segala mimpi.
Sudahlah, kini aku berencana tumbalkan semua kata-kata, lupakan semua resah yang biasanya jadi insiprasi.
Lalu menari, berteriak, tentang kebuntuan otakku, ketololan pola pikirku yang bisa dengan cepat bunuh semua mimpi, khayal, atau segala sampah-sampah puitis dalam kepala.
Lupakan saja semua.
Kan kujalani saja sisa waktu selanjutnya dengan menantang dunia.
Kembali lari ke tengah sepi di pelosok rimba, yang entah kapan.
Entahlah…….

2 comments

  1. – lupakan semua resah yang biasanya jadi insiprasi.
    kebahagiaan memang jarang bisa jadi inspirasi, justru kesedihan, keresahan,
    dan rumit pemikiran banyak berbuah kata-kata. . .

    salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s