Malam Ini.


Gelap telah pekat, ruangan ini bebas cahaya. Di luar, gerimis sedang sesak napas, jatuhnya tersengal. Kian membara sudah hawa panas yang sedari siang telah berkuasa.

Kipas angin murahan ini tak lagi mampu embuskan udara dingin sepertinya, mungkin sudah dimakan usia kemampuannya, sial.
Dari moncong pengeras suara radio lagu-lagu rock zaman sebelum kelahiranku tengah berkoar, yang entah atas dasar kegilaan apa aku menyukainya, bahkan sedikit banyak hapal akan liriknya.
Malam ini tak berbulan, Tuhan sepertinya sedang enggan gantungkan bulan di langit.
Hari hampir berganti, malam jelang ejakulasi, capai titik puncaknya. Sesaat lagi pagi kan menghampiri. Dan suasana di ruangan ini, di lingkungan ini, masih belum berubah, masih sama seperti yang kutuliskan di atas tadi. Gerah, gelap, dan sepi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s