Siang Di Bekasi.


Jalanan yang padat. Sinar matahari nan menambah sesak. Debu bertaburan serupa hujan, lengking suara kendaraan terdengar menakutkan.
Sayup-sayup irama bicara pengemis terdengar nista, meski belum tentu mereka semua bagai dosa.

Tatap manusia yang lewat berbeda-beda, ada yang memendam susah sebar senyum bahagia. Ada yang sembunyikan suka cita dalam sayunya kelopak mata.
Adakah semua sandiwara, atau hidup ini yang teramat drama. Bahkan malah mungkin kata-kata yang membuatnya penuh cerita.
Entah.
Yang jelas, di warung setengah tembok ini, tatap mata pemiliknya telah bercahaya. Bisa jadi laba hari ini telah capai puncaknya. Entah.
Beberapa pasang kaki terlihat berlari, bagai kejar bayangnya. Mengejar apa? Entah.
Teramat banyak tanya, letih mendera.
Baik jalani saja semua, usap peluh di sisi depan kepala, hilangkan hitam karena debu pada beranda mata.
Lalu tertawa hadapi selangkangan dunia yang semakin membingungkan saja.
Tertawa, tertawa saja….

Bekasi, 20 Maret 2012. 14:00 wib.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s