Selamat Siang, Yang Terkasih.


Selamat siang, yang terkasih..
Aku ingin rontakan rindu untukmu.
Berteriak kencang pada alam raya.
Tapi itu justru buat gendang telingaku sakit.

Alam seakan kedap suara, segala seru kencangku akanmu lesap di dinding tak terlihat mata, justru terpantul kembali ke ruangan tempatku nelangsa.
Padahal aku berharap semua teriak rinduku bisa melebur jadi bisik yang lembut ke telingamu, atau jadi hal yang usik sanubarimu.
Sudahlah.
Palu sudah diketuk olehNya, bagaimana harus aku rayakan rindu ini;
Dalam sepi, dengan sakit, hingga rana.
Tanpa pernah tau akan sampai atau tidak padamu rinduku.
Entahlah..
Selamat siang, yang terkasih.

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s