Senja, Awalan Sebongkah Dusta; Cinta.


IMG_4757

Langit sudah memakai gincu jingganya.
Genit angin undang birahi ombak pantai.
Karang-karang tak berdosa pun dijilati dengan buasnya.

Sepasang manusia tampak sedang menukar dusta;
…cinta….
Kata demi kata tentang rasa yang dilebih-lebihkan terlontar dari mulut sang Adam.
Sementara Hawa sibuk menata warna pipinya yang mulai merona sebab ucap Adam.
Senja.
Adam masih tak berhenti membual, Hawa tak sanggup melepas peluk.
Hingga keramaian di sekitarnya tak lagi nyata untuk mereka.
Sejumlah kecup, beberapa tawa, serta sejumput tatap mata mereka lukiskan.

Matahari mulai menua, perlahan menuju pemakamannya.
Malam segera meraja.

Adam-Hawa segera beranjak, tinggalkan pelataran petang.
Melebur bersama malam, di jalan-jalan kota yang riuh namun sunyi bagi mereka.
Rengkuh tangan semakin erat, tak sabar segera pesta-kan cinta.
Mereka berdua.

Malam kian berkuasa, lindaplah cahaya.
Sebuah ranjang lusuh tanpa seprai tampak berbunga-bunga, malam ini ia kembali berharga.
Kembali peluk dan cium bertubi menggumuli Adam dan Hawa.
Berkali-kali Adam mengusap pipi Hawa, desingkan cinta yang ia punya ke telinga sang Hawa, memburu.
Raut wajah hawa tak lagi secentil jingga senja tadi, tempat ia merasa jatuh cinta.

Sangatlah sunyi, kota hampir mati.
Air wajah Hawa merupa ambigu, antara menahan perih atau terlampau menikmati.
Lenguh napas Adam berkali-kali membuat hawa terkejut, serta bertanya; ….cinta?
Pagi hampir lahir, cahaya mentari perlahan membias di antara kepungan awan hitam.
Adam terlelap, Hawa dipenuhi tanya;
…Haruskan cinta berselimut birahi?
…Haruskah cinta korbankan mahkota?
…Haruskah cinta ditandai dengan persetubuhan?
Adam tanpa sadar memeluknya.
Bulir air mata perlahan begelimpangan di pipi Hawa.

Tak terasa waktu berputar sebegitu cepat.
Telah kembali senja, namun tak lagi jingga.
Tengah bersedih ia.
Hadirnya kembali dijadikan awalan dusta termashyur; cinta.

Petang itu hujan turun deras sekali, tanpa henti, hingga hampir pagi.
Entah apa cinta terhapus atau tidak ketika itu.
Entah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s