Mungkin, Bagaimana?


Mungkin saat ini tak sekalipun kita saling menyapa.
Sebab memang kita bukan sesiapa.
Mungkin sekarang kita tak pernah menukar kata.
Sebab memang kita tak memiliki alasan yang sama.
Mungkin masa ini aku masih sering mencuri baca tulisanmu, jelita.
Sebab memang aku ingin selamimu dari untaian kata.
Mungkin memang langkah kita tak berirama.
Sebab arah kita masih beda.

Namun…

Bagaimana jika ternyata kita dipertemukan oleh hujan di pekarangan senja.
Bagaimana jika kita dipersatuan oleh sebuah tatap mata.
Bagaimana jika nyatanya di saat yang entah itu kita justru saling terbata, sulit berkata, terlanjut jatuh cinta.
Bagaimana bila akhirnya kita hidup bersama, larut dalam buai asmara, memupuk cinta, hingga lupa dunia, dan berjanji akan terus menjaga rasa hingga raga tak lagi bernyawa.
Bagaimana?

Katakanlah ini semacam angan semata.
Tapi ketahui saja, memang benar adanya; padamu aku jatuh cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s