Nikmati Saja


Ada beberapa cahaya terlontar di malam yang nyaris buta.
Gelap-gelap mati ditikam tawa.
Kelam yang menempel erat di lapisan langit hilang ketika bincang mesra menyesap di pori-pori udara.

Beberapa tanya terbuang meski tak sempurna, mungkin tinggal nanti waktu saja.

Seonggok bahagia tampak malu-malu di saujana, masih malu ia.
Lalu senyum pun mulai berdansa di antara hening, meski pasti belum ada.
Detak jam dinding serupa berkhotbah; nikmati dulu saja, bila memang hanya sementara, biarkan saja.
Toh setidaknya kali ini tanya tak lagi sejumawa masa sebelumnya.
Nikmati saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s